Informasi Serta Merta

Informasi Serta Merta

Sinergi Akademik dan Industri: Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University dan Re.juve Gelar Kick-off Meeting Kerja Sama Pemanfaatan Teknologi High Pressure Processing (HPP)

BOGOR — Fakultas Teknik dan Teknologi (FTT) IPB University resmi memulai langkah strategis kolaborasi industri melalui kegiatan Kick-off Meeting kerja sama dengan PT Sewu Segar Primatama (pemilik merek dagang Re.juve, pionir minuman kesehatan berbasis High Pressure Processing di Indonesia) pada Rabu, 30 September 2026. Kolaborasi ini berfokus pada riset inovatif, optimalisasi fasilitas teknologi mutakhir High Pressure Processing (HPP) di FTT IPB University, serta komitmen kuat untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas dan mewujudkan misi menyehatkan Indonesia melalui penyediaan produk minuman fungsional berbasis bahan baku lokal. Kick-off Meeting yang berlangsung di Fakultas Teknik dan Teknologi, Kampus IPB Dramaga, Bogor, menandai dimulainya sinergi antara institusi akademik dan industri cold-pressed juice. Kedua belah pihak sepakat untuk mengoptimalkan potensi masing-masing dengan menyoroti peran strategis pemanfaatan teknologi HPP untuk mendukung pengembangan produk, sumber daya manusia, riset, dan pemanfaatan teknologi pangan.  “Kemitraan ini dirancang untuk menjembatani riset laboratorium berbasis teknologi—khususnya pemanfaatan fasilitas High Pressure Processing di FTT IPB University—dengan kebutuhan nyata industri. Semangat utama kami adalah menghadirkan dampak berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus mengambil peran aktif dalam menyehatkan Indonesia.” Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat daya saing industri minuman fungsional nasional, menggerakkan sektor hulu pertanian dalam negeri, serta secara konsisten mewujudkan visi bersama dalam menginspirasi dan menyehatkan masyarakat Indonesia.

Profesor Satyanto Krido Saptomo Publikasikan Riset Inovatif Pengolahan Air di Jurnal Top-Tier Internasional

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Prof. Dr. Satyanto Krido Saptomo, dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian (FTT), IPB University, melalui publikasi penelitian pada jurnal internasional bereputasi Separation and Purification Technology yang diterbitkan oleh Elsevier. Penelitian berjudul “Cathode-assisted highly selective nitrite-to-nitrogen conversion enabling accelerated anodic urea electrooxidation” menghadirkan pendekatan inovatif dalam teknologi pengolahan air dan pengendalian pencemaran nitrogen. Penelitian ini mengeksplorasi proses elektrokimia yang mengintegrasikan konversi nitrit menjadi nitrogen dengan oksidasi urea, sehingga berpotensi mendukung pengembangan teknologi pengolahan air yang lebih efektif dan selektif. Publikasi ini menjadi semakin istimewa karena Separation and Purification Technology merupakan salah satu jurnal terkemuka di bidang teknologi pemisahan dan pemurnian. Separation and Purification Technology memiliki CiteScore 14,3 berdasarkan Scopus Journal Metrics 2025. Dalam kategori Analytical Chemistry, jurnal ini berada pada percentile ke-92 dan peringkat 12 dari 160 jurnal. Jurnal ini juga terindeks SCIE dan berada pada kuartil pertama dalam Journal Citation Reports. Publikasi tersebut juga menunjukkan kuatnya kolaborasi lintas institusi dan negara. Prof. Satyanto Krido Saptomo tercatat sebagai salah satu penulis bersama Chunmu Yu, Xin Li, Lingli Tu, Qingjuan Fan, Haiping Luo, Jiangyong Hu, Guangli Liu, dan Huan Li, yang merepresentasikan kolaborasi dalam pengembangan teknologi pengolahan air berbasis elektrokimia. Capaian ini memperkuat kontribusi IPB University dalam pengembangan teknologi lingkungan dan pengelolaan sumber daya air berkelanjutan. Riset tersebut mendukung SDG 6 (Clean Water and Sanitation), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production). Penelitian Prof. Satyanto sekaligus menunjukkan bagaimana inovasi di bidang teknik lingkungan dapat berkontribusi terhadap tantangan global terkait pencemaran nitrogen yang terjadi di lingkungan, efisiensi pengolahan air terutama pada teknologi pemisahan dan purifikasi, hingga keberlanjutan lingkungan. 

IPB University Summer Course “CoffeeCrack 2026”: Unveiling Indonesia’s Bean-to-Cup Journey Through Science and Technology

BOGOR, INDONESIA – IPB University successfully hosted the international summer course “CoffeeCrack 2026: Unveiling Indonesia’s Bean-to-Cup Journey Through Science and Technology” from July 13 to 31, 2026. Held in a hybrid format combining self-paced (asynchronous), online, and in-person learning, the program brought together 65 participants, comprising 22 international and 43 national participants. The in-person sessions were conducted at the Division of Food Science and Technology (DITP), IPB University, and the SEAFAST Center, IPB University, while online participants joined selected activities via Zoom Meetings. Throughout the three-week program, participants explored Indonesia’s coffee journey from bean to cup through perspectives spanning food science and technology, industry, sustainability, health, and coffee culture. Topics included Indonesian coffee varieties, coffee processing from cherry to roasted bean, extraction and brewing, preservation and packaging technologies, fermentation, health benefits and bioactive compounds, as well as coffee waste valorization. Participants were also challenged to develop concepts for prepackaged coffee products based on food science and technology. The offline activities complemented the academic sessions with direct experiences of Indonesia’s coffee culture and production landscape. Participants visited Vintage Cafe (Rumah Kopi Ranin) to experience coffee culture and explore the connection between coffee, local identity, and consumption. They also joined an excursion to Cibulao Coffee Plantation, gaining firsthand insight into coffee cultivation and the coffee value chain through a “from forest to cup” experience. These activities allowed participants to connect scientific knowledge with the cultural, agricultural, environmental, and socio-economic dimensions of coffee production. CoffeeCrack 2026 featured an interdisciplinary lineup of academics, researchers, industry practitioners, and international experts. Dr. Dian Herawati (IPB University) introduced the scientific journey from coffee cherry to roasted bean, while Mr. Muhammad Eka Pramudita (Kemenady Coffee and Co-Working Space) discussed advances in coffee technology and brewing. Prof. Dr. Nuri Andarwulan (IPB University) explored Indonesia’s diverse coffee varieties, complemented by insights from Kapal Api Group (led by Dr. Roby Wibisono) on the industrial production of ready-to-drink and instant coffee. Building on the previous sessions on coffee processing, roasting, and brewing, participants continued with a hands-on coffee cupping session using the SCAA method, led by Mr Gemawan Wahyadhiatmika (professional Q-Grader/R-Grader). The health, processing, and supply chain dimensions of coffee were further discussed by Dr. Puspo Edi Giriwono (IPB University), Prof. Dr. Purwiyatno Hariyadi, and Prof. Dr. Eko Hari Purnomo (IPB University), who addressed coffee health benefits, emerging issues along the coffee supply chain, and thermal and non-thermal preservation technologies, respectively. The international sessions featured experts from Warsaw University of Life Sciences, Universiti Putra Malaysia, BOKU University, and Technische Universität Berlin. Prof. Dr. Dominika Srednicka-Tober discussed sustainable coffee systems and human health, while Prof. Dr. Renata Kazimierczak explored organic production and its implications for sustainability, food quality, safety, and health. Dr. Belinda Dewi discussed coffee waste valorization, while Dr. Hanan Hasan and Dr. Nur Hanani Binti Zainal Abedin from UPM addressed coffee fermentation and packaging technologies. Dr. Benjamin Henchen of Technische Universität Berlin contributed a socio-economic perspective on economic equity, cooperation, and trans-local food coalitions in global coffee supply chains. The diversity of CoffeeCrack 2026 was also reflected in its participants, who came from various academic institutions and professional backgrounds, including IPB University, I3L University, Universiti Putra Malaysia, Universitas Bina Nusantara, Hanken School of Economics, Warsaw University of Life Sciences, Universitas Muhammadiyah Surakarta, and professional communities. By combining academic expertise, industry insights, field experiences, and international interaction, CoffeeCrack 2026 connected Indonesia’s rich coffee culture with contemporary food science and technology. The program encouraged participants to view coffee not only as a beverage, but as a product shaped by science, technology, culture, agriculture, people, and the environment, while strengthening international collaboration and networks in food science and the global coffee industry.

Prestasi Internasional: Mahasiswa FTT IPB University Raih Juara 1 di NUS FoodTech Challenge 2026!

Kabar membanggakan kembali datang dari civitas akademika Fakultas Teknik dan Teknologi Pertanian (FTT) IPB University. Sebuah tim mahasiswa berbakat berhasil menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional dengan meraih Juara 1 pada International Track dalam ajang bergengsi NUS FoodTech Challenge 2026. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Department of Food Science & Technology, National University of Singapore (NUS), salah satu institusi pendidikan terkemuka di Asia. Ajang ini berlangsung selama beberapa bulan, dimulai sejak 11 Maret 2026 hingga puncaknya pada 17 Juli 2026. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kualitas mahasiswa FTT IPB University yang mampu bersaing dan unggul di tingkat global, sekaligus menegaskan posisi IPB University sebagai salah satu perguruan tinggi terdepan di bidang teknologi pangan. Prestasi luar biasa ini diraih berkat kerja sama, dedikasi, dan inovasi dari empat mahasiswa berikut: Keempat mahasiswa ini telah menunjukkan kerja keras dan inovasi gemilang sepanjang rangkaian kompetisi, hingga akhirnya berhasil membawa pulang gelar juara pertama dan mengharumkan nama FTT IPB University di tingkat internasional. Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi sumber motivasi bagi seluruh civitas akademika FTT IPB University lainnya untuk terus berinovasi dan berani mengambil bagian dalam berbagai kompetisi internasional. Selamat kepada tim atas dedikasi, kerja keras, dan inovasi yang telah ditunjukkan. Semoga prestasi ini terus memotivasi generasi mahasiswa berikutnya untuk bersinar di panggung dunia!

Engineering the Future: Perjalanan FTT Student Camp 2026 Resmi Dimulai

FTT Student Camp merupakan program tahunan Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University untuk mewadahi siswa-siswi dalam mengembangkan potensi diri dan kepemimpinan, sekaligus menjadi wadah menaikkan branding FTT IPB University, terutama dengan kehadiran dua program studi baru; Teknik Mesin dan Teknik Kimia. Memasuki tahun kedua berjalannya program ini, FTT Student Camp 2026 tampil dengan wajah yang berbeda dan semangat baru yang terangkum melalui tema, “Engineering the Future; Lead, Innovate, and Sustain“. Melalui FTT Student Camp 2026, siswa-siswi SMA/sederajat dari seluruh Indonesia diperkenalkan kepada Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University serta merasakan pengalaman belajar yang inspiratif dan adaptif di FTT IPB University. Sebagai titik temu antara ratusan peserta, perjalanan FTT Student Camp 2026 dimulai dengan rangkaian Kick Off dan Online Class yang diselenggarakan pada 7-10 Juli 2026.  Rangkaian pembelajaran dikemas secara interaktif bersama para akademisi dan praktisi dalam berbagai sesi. Meskipun seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring, jarak tak menjadi penghalang karena rasa antusiasme peserta mampu mematahkan batas ruang yang ada. Perjalanan FTT Student Camp 2026 diawali dengan pembukaan resmi oleh Dekan Fakultas Teknik dan Teknologi, Prof. Dr. Ir. Slamet Budijanto, M.Agr. Peserta diajak melihat lebih dekat Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University beserta setiap program studinya. Peserta kemudian melanjutkan pembelajaran melalui materi Communicating Ideas with Impact oleh Trifena Rehuel Alfasan (Duta IPB University), Essay Writing: Ideas with Impact oleh Putu Meita Pridayanti (Mahasiswa Berprestasi IPB University), Adapting to the Changes oleh Safira Aulia Rochim (Mahasiswa Berprestasi serta Duta IPB University), serta Leadership in Driving Sustainable Change oleh Gempar Satria Ananda yang merupakan (Ketua BEM FTT 2025/2026 IPB University). Melalui berbagai materi tersebut, peserta mendapatkan bekal untuk menjadi diri yang mampu berpikir kritis, berkomunikasi, serta memimpin perubahan di masa depan. — Tiara Putri Raharjo

Mahasiswa FTT IPB University Ukir Prestasi di Kejuaraan Taekwondo Pancasila Cup 2

BOGOR, 18 Juni 2026 — Mahasiswa Fakultas Teknik dan Teknologi (FTT) IPB University kembali menunjukkan semangat kompetitif dan dedikasi yang tinggi di luar bangku perkuliahan. Melalui ajang kejuaraan Pancasila Cup 2 yang berlangsung pada 16–17 Mei 2026 di GOR Ciracas, Jakarta Timur, delegasi mahasiswa FTT berhasil meraih berbagai medali antara lain: Prestasi ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi seluruh mahasiswa FTT untuk terus berkarya dan berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. FTT berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan potensi mahasiswa untuk mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing.

Partisipasi Aktif Delegasi Teknik Mesin IPB dalam Rapat Kerja BKSTM untuk Penguatan Jejaring Akademik dan Kolaborasi Nasional

Disusun oleh: Ir. Elang Pramudya Wijaya, S.T., M.T. Bandung, 21 Mei 2025 — Rapat Kerja dan Workshop Badan Kerja Sama Teknik Mesin (BKSTM) diselenggarakan pada 20–21 Mei 2025 di Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi forum strategis tahunan bagi anggota BKSTM untuk merumuskan program kerja organisasi, mengevaluasi capaian kegiatan sebelumnya, memperkuat jejaring kerja sama antar institusi, serta menyusun langkah konkret kolaborasi dengan industri nasional. Menurut tim penyelenggara, Rapat Kerja dan Workshop BKSTM dirancang untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri dalam mendukung terwujudnya kemandirian teknologi nasional, khususnya di bidang Teknik Mesin. Melalui kegiatan ini, perguruan tinggi dan industri diharapkan dapat membangun kolaborasi yang lebih terarah dan berkelanjutan. Delegasi dari IPB University yang mengikuti program ini adalah Ir. Elang Pramudya Wijaya (Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik dan Teknologi). Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, antara lain sesi panel yang menghadirkan Direktur Utama PT LEN Industri, Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D. Sesi tersebut menjadi bagian dari upaya inisiasi kerja sama antara anggota BKSTM dan pihak industri. Pada hari pertama, kegiatan dilanjutkan dengan Sidang Pleno I, II, dan III yang membahas laporan pelaksanaan kegiatan BKS-TM pada tahun sebelumnya. Sidang pleno tersebut juga menjadi forum diskusi dan interaksi antar peserta dalam mengevaluasi program yang telah berjalan serta merumuskan arah pengembangan organisasi ke depan. Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan kunjungan ke sejumlah fasilitas laboratorium ITENAS, meliputi Science Techno Park, Laboratorium Metalurgi dan Material, bengkel, serta Pusat Riset Kendaraan Listrik. Hari kedua kegiatan diisi dengan Sidang Pleno IV yang membahas laporan persiapan Musyawarah Anggota, Seminar Nasional, ISAIME 2026, serta persiapan Lomba Nasional Tahunan Rancang Bangun Mesin 2026. Dalam sesi ini, panitia menyampaikan rencana kegiatan mendatang yang kemudian dilengkapi dengan diskusi bersama peserta. Selain itu, peserta juga mengikuti sosialisasi instrumen akreditasi terbaru dari LAM-Teknik. Sosialisasi ini menjadi salah satu agenda penting karena terdapat sejumlah perubahan signifikan dibandingkan dengan instrumen akreditasi sebelumnya. Diskusi kemudian dilanjutkan melalui sidang komisi yang terbagi ke dalam beberapa bidang, yaitu Komisi Akreditasi, Komisi Bahan Ajar dan Standar Minimum Laboratorium, serta Komisi Penelitian, Pengabdian, Pengembangan SDM, Pelatihan Kerja Sama, dan Profesi Keinsinyuran. Setiap komisi membahas isu strategis sesuai bidangnya untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti oleh anggota BKSTM. Rangkaian acara ditutup dengan Sidang Pleno V yang membahas penyampaian hasil sidang komisi serta penyusunan notulen rapat kerja. Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, Program Studi Teknik Mesin IPB diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik, membuka peluang kolaborasi riset, memperoleh informasi terbaru terkait akreditasi, serta mendukung pengembangan bahan ajar, kurikulum, dan program studi secara berkelanjutan.

Perkuat Kemitraan Strategis, FTT IPB University dan Yamagata University Jepang Jalin Kerja Sama Akademik

Fakultas Teknik dan Teknologi (FTT) IPB University dan Fakultas Pertanian Yamagata University, Jepang, secara resmi menandatangani Agreement for Academic Exchange and Cooperation. Kerja sama ini diresmikan pada 19 Mei 2026, sebagai langkah nyata kedua institusi dalam mempererat kerjasama lintas negara, memperluas riset ilmiah, serta membuka peluang yang lebih luas bagi sivitas akademika. Kesepakatan ini mencakup komitmen untuk mempererat hubungan kedua universitas melalui berbagai kegiatan strategis, di antaranya pertukaran mahasiswa dan dosen, pengembangan proyek riset bersama, pertukaran publikasi ilmiah, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan akademik internasional seperti seminar dan simposium. Melalui kemitraan ini, kedua universitas sepakat untuk membangun kolaborasi dalam bidang pembangunan berkelanjutan (Partnership for Sustainable Development). Program ini dirancang untuk memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat serta pelestarian lingkungan melalui inisiatif riset dan pendidikan yang dilakukan. Dalam aspek pertukaran mahasiswa, kedua universitas menyepakati program pertukaran untuk mahasiswa sarjana dan pascasarjana. Mahasiswa yang berpartisipasi akan mendapatkan pengakuan kredit melalui skema UMAP Credit Transfer Scheme (UCTS). Selain itu, mahasiswa yang melakukan riset di laboratorium universitas mitra akan mendapatkan fasilitas pembebasan biaya masuk, biaya pendaftaran, dan biaya pendidikan di universitas tuan rumah, selama memenuhi kualifikasi prasyarat laboratorium yang dibutuhkan. Melalui kolaborasi ini, kedua universitas berkomitmen untuk mengoptimalkan keunggulan akademik dan riset guna menghasilkan terobosan yang bermanfaat bagi kemajuan sektor pertanian secara global.

Inisiasi Kerjasama Faculty of Engineering, Ehime University, Japan

Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University menerima kunjungan Faculty of Engineering, Ehime University, Japan (27/4) dalam rangka diskusi peluang kerjasama. Salam,Fakultas Teknik dan TeknologiIPB University

Diskusi Persiapan Proposal Bezos Center for Fungal Foods kolaborasi FTT IPB, GAIN, Standford University, Imperial College London, and Denmark Technical University

Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University melaksanakan diskusi secara daring (17/4) dalam rangka persiapan proposal Persiapan Proposal Bezos Center for Fungal Foods kolaborasi FTT IPB, GAIN, Standford University, Imperial College London, and Denmark Technical University. Salam,Fakultas Teknik dan TeknologiIPB University

Kunjungan Assoc. Prof. Md Parvez Islam, PhD Graduate School of Agriculture, Ehime University, Japan

Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University menerima kunjungan Assoc. Prof. Md Parvez Islam, PhD, Graduate School of Agriculture, Ehime University, Japan (17/4) dalam rangka diskusi peluang kerjasama. Dalam kunjungan kali ini, Assoc. Prof. Md Parvez Islam juga hadir sebagai pembicara dalam General Lecture “Artificial Intelligence in Smart Agriculture: Transforming the Future of Farming”. Salam,Fakultas Teknik dan TeknologiIPB University

Milestone 2 PRODUTA: Penguatan Konsep Proyek

Kegiatan Milestone 2 Proyek Desain Utama (PRODUTA) yang dilaksanakan secara Hybrid pada 6 – 9 April 2026 merupakan bagian dari tahapan lanjutan dalam proses pengembangan tugas akhir mahasiswa. Pada tahap ini, mahasiswa secara berkelompok mempresentasikan kemajuan proyek yang berfokus pada penguatan konsep desain, penyusunan metodologi, serta analisis awal terhadap aspek teknis dan kelayakan. Milestone 2 dengan tema “Hasil Pembangkitan Alternatif Solusi Keteknikan dan Spesifikasi Desain” ini merupakan kesempatan penting bagi mahasiswa untuk memperoleh arahan dan masukan dari dosen pembimbing dan penguji, sehingga dapat mengidentifikasi kekuatan maupun aspek yang masih perlu disempurnakan. Diskusi yang berlangsung secara aktif menunjukkan progres yang signifikan dalam pengembangan proyek. Diharapkan melalui kegiatan ini, mahasiswa semakin siap melanjutkan ke tahap berikutnya dengan perencanaan yang lebih matang dan terarah.

Mitigasi Longsor Berbasis BioEngineering: Dosen dan Mahasiswa SIL IPB Bersama Masyarakat Desa Petir Lakukan Aksi Mitigasi Longsor

Banyaknya kejadian tanah longsor di Desa Petir, menjadikan hal tersebut perhatian khusus untuk segera diatasi. Kegiatan upaya mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim dilaksanakan oleh Tim Sipil Bina Desa X Dosen Pulang Kampung, didampingi oleh teman-teman dari Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil dan Lingkungan (Himatesil), yang merupakan bagian dari Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, IPB University, turut serta dalam acara ini. Para mahasiswa dan masyarakat dengan antusias menghadiri sosialisasi yang bertajuk “Penanaman Rumput Vetiver dalam Rangka Mitigasi Bencana Tanah Longsor Penguatan Desa yang Adaptif terhadap Perubahan Iklim Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2025”. Masyarakat yang hadir merupakan perwakilan dari setiap RT dan RW di Desa Petir sebagai upaya pemerataan informasi. Sosialisasi ini menjadi wadah untuk memahami secara mendalam peran penting rumput vetiver dalam menjaga stabilitas tanah dan mengurangi risiko longsor, sekaligus menguatkan kapasitas desa dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin nyata. Sosialisasi ini disampaikan oleh Bapak Dr. Eng. Heriansyah Putra, S.Pd., M. Eng. dan dihadiri oleh Kepala Desa Petir, Perwakilan Kecamatan Dramaga, dan BPBD Kabupaten Bogor. Selain fundamental dasar pengetahuan mengenai vetiver. Para mahasiswa dan masyarakat dijelaskan juga mengenai panduan penanaman vetiver pada lereng sesuai standar acuan pedoman PUPR 2016 sebagai bekal sebelum turun ke lapangan. Setelah rangkaian sosialisasi selesai, seluruh tim mahasiswa dan masyarakat segera beralih ke lokasi penanaman vetiver yang telah ditentukan sebelumnya untuk dilakukan persiapan lahan. Fokus utama pada kegiatan ini adalah dua titik di RW 03 dan RW 04 yang telah melalui pengukuran kemiringan lereng pada hari sebelumnya dan direncanakan sebagai lokasi penanaman pada hari selanjutnya. Proses pembersihan dan persiapan lereng ini melibatkan upaya aktif untuk menyingkirkan berbagai vegetasi yang tidak diinginkan, seperti rumput liar yang tumbuh subur, semak belukar yang menghalangi, sisa-sisa tanaman dari musim sebelumnya, dan tumpukan daun-daun kering yang menutupi permukaan tanah. Tujuan utama dari pembersihan lahan ini sangat jelas, yaitu untuk memastikan bahwa area tanam benar-benar bebas dari segala bentuk hambatan yang dapat mengganggu. Dengan demikian, pertumbuhan akar vetiver tidak akan terhambat, memungkinkan akarnya untuk menembus dan mencengkeram tanah secara optimal. Hal ini esensial untuk fungsi utama vetiver sebagai penahan erosi dan pencegah tanah longsor. Setelah proses pembersihan yang teliti ini rampung, kondisi tanah akan menjadi sangat ideal dan siap untuk ditanami bibit vetiver, memulai upaya mitigasi yang signifikan di wilayah tersebut. Diharapkan melalui kegiatan ini, Desa Petir dapat menjadi contoh nyata desa yang tangguh dan adaptif terhadap ancaman bencana tanah longsor serta perubahan iklim. Melalui penerapan penanaman rumput vetiver secara berkelanjutan, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan kesadaran lingkungan dan meneruskan praktik konservasi tanah secara mandiri. Selain itu, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, akademisi, dan lembaga terkait diharapkan terus terjalin dalam bentuk program pendampingan dan monitoring rutin, sehingga manfaat dari kegiatan ini dapat dirasakan dalam jangka panjang. Pada masa mendatang, Desa Petir diharapkan tidak hanya menjadi wilayah yang aman dari risiko longsor, tetapi juga sebagai model desa hijau yang berdaya secara sosial dan ekologis.

Rapat Tindak Lanjut Perjanjian Kerja Sama Kolaborasi Strategis Pusat Riset Agroindustri dan IPB

Pusat Riset Agroindustri, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN) menggelar rapat tindak lanjut Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Kamis, 20 Februari 2025. Pertemuan ini bertempat di Ruang Rapat Departemen TIN, Fateta, IPB, dengan agenda utama pembahasan Kerangka Acuan Kerja (KAK) serta strategi implementasi berbagai program riset dan inovasi agroindustri. Dalam rapat yang dipimpin oleh Prof. Ono Suparno (Kepala Departemen TIN Fateta), dihadiri Kepala Pusat Riset Agroindustri Taufik Hidayat, S.Pi., M.Si beserta Ketua Kelompok Riset dan Periset Pusat Riset Agroindustri, berbagai topik strategis dibahas termasuk pendekatan berbasis komoditas dalam riset agroindustri untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing industri pertanian, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem rantai pasok dan evaluasi program-program nasional, peluang pendanaan riset dan pendidikan, termasuk program double degree dengan University of Adelaide serta potensi beasiswa LPDP untuk mahasiswa magister dan doctoral, penguatan kerja sama dengan industri, khususnya dalam implementasi skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dikemas dalam program magang industry dan pelaksanaan riset untuk menghasilkan inovasi bidang agroindustri dengan memanfaatkan berbagai skema pendanaan riset yang tersedia. Sebagai langkah nyata, beberapa program yang segera diimplementasikan antara lain penyusunan proposal untuk berbagai skema pendanaan, persiapan kolaborasi dalam penyelenggaraan seminar dan webinar agroindustri, baik nasional maupun internasional, serta peningkatan SDM riset unggul melalui berbagai program yang ada di TIN maupun di BRIN. Pusat Riset Agroindustri BRIN berkomitmen untuk terus membangun ekosistem riset yang kuat dan berdampak bagi masyarakat serta industri pertanian nasional. Ke depan, berbagai inisiatif riset dan inovasi akan terus dikembangkan dengan pendekatan yang lebih produktif dan berorientasi pada kebutuhan industri.