Profesor Satyanto Krido Saptomo Publikasikan Riset Inovatif Pengolahan Air di Jurnal Top-Tier Internasional
Profesor Satyanto Krido Saptomo Publikasikan Riset Inovatif Pengolahan Air di Jurnal Top-Tier Internasional

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Prof. Dr. Satyanto Krido Saptomo, dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian (FTT), IPB University, melalui publikasi penelitian pada jurnal internasional bereputasi Separation and Purification Technology yang diterbitkan oleh Elsevier.
Penelitian berjudul “Cathode-assisted highly selective nitrite-to-nitrogen conversion enabling accelerated anodic urea electrooxidation” menghadirkan pendekatan inovatif dalam teknologi pengolahan air dan pengendalian pencemaran nitrogen. Penelitian ini mengeksplorasi proses elektrokimia yang mengintegrasikan konversi nitrit menjadi nitrogen dengan oksidasi urea, sehingga berpotensi mendukung pengembangan teknologi pengolahan air yang lebih efektif dan selektif.
Publikasi ini menjadi semakin istimewa karena Separation and Purification Technology merupakan salah satu jurnal terkemuka di bidang teknologi pemisahan dan pemurnian. Separation and Purification Technology memiliki CiteScore 14,3 berdasarkan Scopus Journal Metrics 2025. Dalam kategori Analytical Chemistry, jurnal ini berada pada percentile ke-92 dan peringkat 12 dari 160 jurnal. Jurnal ini juga terindeks SCIE dan berada pada kuartil pertama dalam Journal Citation Reports.
Publikasi tersebut juga menunjukkan kuatnya kolaborasi lintas institusi dan negara. Prof. Satyanto Krido Saptomo tercatat sebagai salah satu penulis bersama Chunmu Yu, Xin Li, Lingli Tu, Qingjuan Fan, Haiping Luo, Jiangyong Hu, Guangli Liu, dan Huan Li, yang merepresentasikan kolaborasi dalam pengembangan teknologi pengolahan air berbasis elektrokimia.
Capaian ini memperkuat kontribusi IPB University dalam pengembangan teknologi lingkungan dan pengelolaan sumber daya air berkelanjutan. Riset tersebut mendukung SDG 6 (Clean Water and Sanitation), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production). Penelitian Prof. Satyanto sekaligus menunjukkan bagaimana inovasi di bidang teknik lingkungan dapat berkontribusi terhadap tantangan global terkait pencemaran nitrogen yang terjadi di lingkungan, efisiensi pengolahan air terutama pada teknologi pemisahan dan purifikasi, hingga keberlanjutan lingkungan.